Rabu, 26 Desember 2012
Bertemu dengan Prinsip.
"Nold, anterin gue ke office yuk!", ajak bos gue yang seorang cewe chinese yang kurus dan pendek. Namanya Yeni, anak-anak di toko suka manggil dia Mbak Yeni sedangkan gue Arnold yang bekerja sebagai pramuniaga di sebuah perusahaan yang bergelut di bidang retail dan membuka kantor cabang di Bali. "Oke mbak...", jawab gue. "Wah, kebetulan nih. Katanya ada staff administrasi yang baru di office dan dia CEWE.", jiwa jomblo gue mulai berapi-api. Gue dan Mbak Yeni pun berangkat dari toko tempat gue kerja (gue sebagai pramuniaga saat itu) ke office yang jaraknya tidak jauh, hanya sekitar 10 menit menggunakan sepeda motor. Sesampainya disana, kita langsung naik ke lantai 2 karena ruang di lantai 1 dijadikan factory outlet. Saat di atas gue di suruh buat nulis pesan untuk di fax ke kantor pusat di Jakarta.
Gue pun langsung melihat seorang cewe yang ga pernah gue liat sebelumnya sedang duduk dan sibuk mengetik di meja kerjanya. "Ini pasti staff administrasi yang baru itu..", kata gue dalam hati. Dia memiliki badan yang agak berisi, wajahnya cukup manis dan berambut panjang.
"Eh, ada bulpen ga??", sapa gue dengan raut muka yang lusuh tapi tetap cool ke cewek yang lagi duduk di meja kerjanya. "Nih..", sambil memberikan bulpennya dengan tampang agak bete. Bulpen itu pun gue sambar terus gue pake buat nulis pesan di kertas. Setelah selesai, langsung aja gue balikin itu bulpen ke pemiliknya. "Eh, ada steples ga??", minta gue lagi. "Nih.", ia ngasi dengan tampang lebih bete. "Makasih ya..", bilang gue waktu gue kembaliin staplesnya sambil memasang senyum yang menurut gue ampuh buat meluluhkan cewe yang lagi bete di depan gue atau malah bikin dia tambah pengen nyuapin gue pake staples tadi. Gue pun ngefax pesan tadi dengan teliti, takut kalo sampai salah kirim. Setelah selesai, gue pengen beranjak turun sambil menunggu Mbak Yeni yang lagi sibuk dengan kerjaannya. Saat gue mau turun, gue liat si staff baru langsung berbisik ke teman sebelahnya yang seorang cowo yaitu Wayan seorang staff IT di kantor sambil melihat sinis ke gue. Mungkin dia pengen tau siapa gue dari Wayan. Gue sebenarnya pengen tau nama cewe itu tapi ya itu. Gue ngga bisa. Menurut gue, seorang cowo yang langsung kenalan dengan cewe yang ga dikenalnya tanpa ada yang mempersilahkan itu terlalu murahan dan kelihatan banget naksirnya. Bagi gue kalo emang gue jodoh dengan cewe itu, Tuhan pasti ngasi jalan buat gue supaya bisa kenal dan dekat dengan cewe itu tanpa harus dengan cara yang murahan. Itu PRINSIP!
"PANIIIIII...", teriak Budi yang salah seorang staff gudang saat gue lagi nunggu Mbak Yeni di bawah. Akhirnya gue tau nama cewe itu tanpa harus kenalan dengan JABAT TANGAN.
Pani pun turun dan melihat gue masih di bawah sedang ngobrol. "Eh, Arnold masih disini... Nungguin gue ya??", celetuk Pani dengan senyumnya yang manis. "Woow, I'm melting..", seru gue dalam hati. "Tapi bukannya tadi dia bete sama gue??", pertanyaan yang langsung timbul mengingat kejadian di atas tadi. Gue pun hanya menjawab dengan melihat sambil mengangkat alis sebelah kiri. Agak lama gue lihat dia, gue mulai jatuh hati. "Kalo emang gue sama dia jodoh, Tuhan pasti ngasi jalan." doa gue dalam hati.
Besoknya gue kerja sepeti biasa di toko tanpa ke kantor lagi dan berlangsung selama beberapa hari. "Mungkin bukan jodoh.", pikirku. Pada saat yang bersamaan, gue dapat tugas ke gudang untuk order barang. Kebetulan gudang perusahaan ada di samping kantor, ya mungkin gue bisa ketemu Pani lagi. Hehehe..
Sampai di gudang gue langsung mengorder barang sambil duduk di kursi yang terbuat dari kayu. Sambil mengorder, gue berharap bisa ketemu dengan Pani. Dan tak lama kemudian, ada suara cewe dari luar yang hendak masuk ke gudang. Itu Pani. Hati gue pun berdetak dengan kencang sambil melihat dia. "Gimana caranya gue bisa deket sama dia??", pikir gue. Ya, kalo jodoh pasti di kasi jalan sama Tuhan, begitu prinsipku. Tak lama dia di dalam gudang, dia pun kembali ke kantor yang ada di sebelah. Gue masih duduk diam di kursi sambil menyilangkan tangan di meja komputer. Dan saat gue menenggelamkan muka gue ke dalam selah tangan yang gue silang, gue liat ada ukiran di meja yang terbuat dari kayu itu. Ukiran itu samar tapi cukup terlihat dan gue sadar klo itu sebuah id dari Yahoo Messenger dan itu milik seseorang yang gue harapkan. PANI!
Segera gue ingat dalam-dalam id itu agar gue bisa komunikasi dengan cewe idaman.
God always listening guys!! :D
Here she is:
Gue pun langsung melihat seorang cewe yang ga pernah gue liat sebelumnya sedang duduk dan sibuk mengetik di meja kerjanya. "Ini pasti staff administrasi yang baru itu..", kata gue dalam hati. Dia memiliki badan yang agak berisi, wajahnya cukup manis dan berambut panjang.
"Eh, ada bulpen ga??", sapa gue dengan raut muka yang lusuh tapi tetap cool ke cewek yang lagi duduk di meja kerjanya. "Nih..", sambil memberikan bulpennya dengan tampang agak bete. Bulpen itu pun gue sambar terus gue pake buat nulis pesan di kertas. Setelah selesai, langsung aja gue balikin itu bulpen ke pemiliknya. "Eh, ada steples ga??", minta gue lagi. "Nih.", ia ngasi dengan tampang lebih bete. "Makasih ya..", bilang gue waktu gue kembaliin staplesnya sambil memasang senyum yang menurut gue ampuh buat meluluhkan cewe yang lagi bete di depan gue atau malah bikin dia tambah pengen nyuapin gue pake staples tadi. Gue pun ngefax pesan tadi dengan teliti, takut kalo sampai salah kirim. Setelah selesai, gue pengen beranjak turun sambil menunggu Mbak Yeni yang lagi sibuk dengan kerjaannya. Saat gue mau turun, gue liat si staff baru langsung berbisik ke teman sebelahnya yang seorang cowo yaitu Wayan seorang staff IT di kantor sambil melihat sinis ke gue. Mungkin dia pengen tau siapa gue dari Wayan. Gue sebenarnya pengen tau nama cewe itu tapi ya itu. Gue ngga bisa. Menurut gue, seorang cowo yang langsung kenalan dengan cewe yang ga dikenalnya tanpa ada yang mempersilahkan itu terlalu murahan dan kelihatan banget naksirnya. Bagi gue kalo emang gue jodoh dengan cewe itu, Tuhan pasti ngasi jalan buat gue supaya bisa kenal dan dekat dengan cewe itu tanpa harus dengan cara yang murahan. Itu PRINSIP!
"PANIIIIII...", teriak Budi yang salah seorang staff gudang saat gue lagi nunggu Mbak Yeni di bawah. Akhirnya gue tau nama cewe itu tanpa harus kenalan dengan JABAT TANGAN.
Pani pun turun dan melihat gue masih di bawah sedang ngobrol. "Eh, Arnold masih disini... Nungguin gue ya??", celetuk Pani dengan senyumnya yang manis. "Woow, I'm melting..", seru gue dalam hati. "Tapi bukannya tadi dia bete sama gue??", pertanyaan yang langsung timbul mengingat kejadian di atas tadi. Gue pun hanya menjawab dengan melihat sambil mengangkat alis sebelah kiri. Agak lama gue lihat dia, gue mulai jatuh hati. "Kalo emang gue sama dia jodoh, Tuhan pasti ngasi jalan." doa gue dalam hati.
Besoknya gue kerja sepeti biasa di toko tanpa ke kantor lagi dan berlangsung selama beberapa hari. "Mungkin bukan jodoh.", pikirku. Pada saat yang bersamaan, gue dapat tugas ke gudang untuk order barang. Kebetulan gudang perusahaan ada di samping kantor, ya mungkin gue bisa ketemu Pani lagi. Hehehe..
Sampai di gudang gue langsung mengorder barang sambil duduk di kursi yang terbuat dari kayu. Sambil mengorder, gue berharap bisa ketemu dengan Pani. Dan tak lama kemudian, ada suara cewe dari luar yang hendak masuk ke gudang. Itu Pani. Hati gue pun berdetak dengan kencang sambil melihat dia. "Gimana caranya gue bisa deket sama dia??", pikir gue. Ya, kalo jodoh pasti di kasi jalan sama Tuhan, begitu prinsipku. Tak lama dia di dalam gudang, dia pun kembali ke kantor yang ada di sebelah. Gue masih duduk diam di kursi sambil menyilangkan tangan di meja komputer. Dan saat gue menenggelamkan muka gue ke dalam selah tangan yang gue silang, gue liat ada ukiran di meja yang terbuat dari kayu itu. Ukiran itu samar tapi cukup terlihat dan gue sadar klo itu sebuah id dari Yahoo Messenger dan itu milik seseorang yang gue harapkan. PANI!
Segera gue ingat dalam-dalam id itu agar gue bisa komunikasi dengan cewe idaman.
God always listening guys!! :D
Here she is:
To be continue..
NB: Tulisan pertama gue di blog. Jadi mohon comment yg membangun agar tulisan gue bisa lebih baik lagi. :)
Langganan:
Postingan (Atom)